Friday, May 21, 2010

Pilih Jenis Investasi yang Tepat

Sumber : Kumpulan Info

Berinvestasi berarti kita menanamkan sejumlah uang atau membeli suatu aset dengan maksud memperoleh keuntungan. Dalam berinvestasi selalu ada risiko kerugian yang mungkin saja dialami. Suatu investasi yang dapat memberi peluang keuntungan lebih besar, biasanya akan diikuti dengan risiko kerugian yang lebih besar pula. Anda sebaiknya mengenal keuntungan yang dapat diperoleh beserta risiko kerugian yang mungkin diderita.


Jenis Investasi

Secara umum, aset yang dapat menjadi saran investasi terbagi menjadi dua, yaitu aset riil dan aset finansial. Aset riil adalah aset yang dimiliki dan memiliki wujud yang kita simpan atau miliki. Contohnya aset riil adalah rumah, tanah dan emas. Sedangkan, aset finansial tidak berwujud, biasanya hanya berupa kertas yang merupakan bukti kepemilikan kita. Contoh investasi antara lain tabungan, deposito, reksadana, obligasi, saham, emas, properti, dan lainnya. Sekarang, mari kita lihat apa saja keuntungan dan kerugian dari masing-masing jenis investasi tersebut.

Berikut jenis investasi beserta keuntungan dan kerugian masing-masing jenis investasi :

1. Tabungan : Menyimpan uang di bank untuk dipergunakan kemudian jika diperlukan.

Keuntungan Tabungan
Dapat diambil kapan saja dan tidak memiliki risiko.

Kerugian Tabungan
Uang dapat dengan mudah berkurang, karena dapat diambil kapan saja dengan mudah
serta bunga yang kecil.

2. Deposito
Menyimpan uang untuk periode tertentu, bila belum jatuh tempo uang tidak dapat
diambil atau akan mendapat penalti bila diambil sebelum waktunya.

Keuntungan Deposito
Risiko sangat rendah. Bunga yang dapat diterima lebih besar dibandingkan tabungan
biasa.

Kerugian Deposito
Keuntungan atau bunga yang diterima lebih sedikit bila dibandingkan dengan
jenis investasi lain yang berhadapan langsung dengan risiko pasar.

3. Reksadana
Tempat menghimpun dana secara kolektif. Dana yang terkumpul akan dikelola oleh
Manajer Investasi yang akan diinvestasikan pada jenis investasi lainnya. Bila
mendapat keuntungan atau kerugian akan dibagi secara rata untuk para investor.
Ini dapat menjadi pilihan bagi Anda yang baru memulai untuk berinvestasi. Jenis
risikonya berbeda, tergantung jenis risiko yang dipilih. Jenisnya adalah
reksadana pasar uang, reksadana pendapatan tetap, reksadana saham, dan reksadana
campuran.

Keuntungan Reksadana
Tidak perlu memiliki banyak pengetahuan, karena dikelola oleh Manajer Investasi.
Karena diinvestasikan ke banyak tempat, maka bila terjadi kerugian di satu tempat
bisa tertolong tempat lain yang mungkin menghasilkan keuntungan.

Kerugian Reksadana
Bagi sebagian orang, karena tidak dikelola sendiri sering tidak puas dengan
hasilnya. Keuntungan lebih sedikit dibandingkan saham dan ada biaya yang
dikeluarkan untuk pengelolanya.

4. Obligasi
surat hutang, merupakan bukti bahwa kita memberikan hutang kepada perusahaan
tertentu atau pemerintah. Pihak yang berhutang akan memberi bunga untuk jangka
waktu tertentu. Jangka waktu pengembalian hutang lebih dari satu tahun. Obligasi
yang paling aman adalah obligasi atau surat utang dari negara.

Keuntungan Obligasi
Bunga lebih besar dibandingkan deposito.

Kerugian Obligasi
Jangka waktu panjang (> 1 tahun), sehingga tidak dapat dicairkan bila diperlukan
atau bila ingin berinvestasi lain. Bila pihak yang berhutang bangkrut, berarti
tidak dapat mengembalikan hutangnya.

5. Saham
Memiliki saham berarti Anda memiliki kepemilikan dalam suatu perusahaan. Uang
yang kita tanamkan dijadikan sebagai modal untuk perusahaan tersebut. Perusahaan
akan memberikan keuntungan yang diterima kepada para pemegang saham yang disebut
sebagai deviden. Bila dinilai baik atau banyak orang yang berminat untuk membeli
saham suatu perusahaan, harganya akan naik, sehingga bila Anda menjual sahamnya
akan memperoleh keuntungan. Sebaliknya, bila perusahaan menderita kerugian, harga
sahamnya dapat turun sehingga Anda dapat menderita kerugian. Saham ini dapat
dibeli pada perusahaan sekuritas. Untuk tiap transaksi jual atau beli, Anda akan
dikenakan biaya.

Keuntungan Saham
Dapat mendatangkan keuntungan yang sangat besar bila harga saham naik. Dengan
modal sedikit, dapat diperoleh hasil berkali-kali lipat.

Kerugian Saham
Risiko kehilangan besar pula, saat harga saham turun.

6. Emas
Harga emas cenderung naik setiap tahun, itulah sebabnya banyak orang yang membeli
emas kemudian menjualnya saat harganya naik. Bila hendak digunakan untuk
investasi, emas yang dibeli hendaknya berupa logam mulia batangan atau koin
daripada emas dalam bentuk perhiasan. Emas batangan atau koin tidak mengalami
penyusutan atau ongkos pembuatan yang biasa dikenakan apabila kita menjual dalam
bentuk perhiasan.

Keuntungan Emas
Merupakan aset likuid atau aset yang mudah dijual.

Kerugian Emas
Sulit dalam penyimpanan karena bila tidak hati-hati dapat dengan mudah dicuri.

7. Properti
Sama seperti emas, harga properti yaitu rumah dan tanah cenderung akan naik.
Dengan membeli properti, dan menjualnya di kemudian hari akan mendatangkan
keuntungan karena harga jualnya sudah naik. Harga rumah akan cepat naik bila
lokasinya strategis atau dekat dengan fasilitas umum, ini dapat menjadi
pertimbangan saat akan memilih lokasi. Bila akan membeli rumah di perumahan yang
belum atau masih dibangun, pastikan pengembang dapat dipercaya dan adanya
perjanjian yang jelas, karena ada beberapa kasus, setelah kita membayar,
pembangunan rumah tidak dilanjutkan yang mengakibatkan kerugian.

Keuntungan Properti
Risiko kecil serta dapat disewakan sehingga dapat memberi penghasilan
tambahan.

Kerugian Properti
Perlu dana yang besar untuk membeli rumah atau tanah. Properti bukan aset yang
likuid karena tidak mudah untuk menjualnya bila suatu saat membutuhkan uang.

Pertimbangkan juga kapan Anda ingin mengambil kembali hasil investasi, apakah hanya untuk periode pendek atau untuk jangka waktu panjang. Bila Anda ada keperluan dalam waktu dekat, pilih investasi dengan risiko rendah dan berifat liquid. Sedangkan, untuk jangka panjang, Anda dapat memilih investasi dengan risiko tinggi yang dapat meberi keuntungan yang lebih besar.

Karena berinvestasi memiliki risiko, maka perlu persiapkan mental saat mengalami kerugian atau kegagalan agar tidak menjadi patah semangat. Setidaknya, berinvestasi lebih baik daripada semua penghasilan Anda digunakan untuk pengeluaran tanpa ada bagian yang disimpan.